-->

Pesona Goa Terawang, Sebagai Ikon Wisata Alam Penuh Sensasi Nan Eksotis Di Blora

Goa Terawang adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa Kedung Wungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tempat ini memiliki pesona keindahan alami penuh sensasi nan eksotis yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Goa Terawang yang merupakan salah satu objek wisata alam berupa kompleks goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan seluas 13 hektar ini menjadi Goa yang paling terbanyak di Jawa TengahDi dalam kawasan ini terdapat satu goa induk, satu sendang, dan lima goa kecil lainnya.

Goa ini terbentuk di daerah endapan batu gamping di Pegunungan Kapur Utara, yang berada di tengah-tengah hutan jati di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Blora. Di hutan ini juga di tinggali berbagai satwa lainnya seperti monyet dan berbagai jenis burung.

Goa Terawang mempunyai panjang alur lebih dari 180 meter dengan kedalaman 5-11 meter di bawah permukaan tanah. Sebelum masuk ke goa, pengunjung harus menuruni anak tangga sepanjang 15 meter hingga mulut gua. Di dalamnya terdapat 5 goa yang saling menyambung. Goa paling depan atau luar adalah Terawang 1, begitu seterusnya sampai Terawang 5 yang ada di bagian terdalam.


Di dalam Goa Terawang terdapat stalagmit dan stalaktit yang di perkirakan berusia di atas lebih dari 10 juta tahun. Pada langit-langit goa terdapat beberapa lubang alami di permukaan tanah dengan berbagai ukuran, dan dari sinilah nama Terawang berasal.


Lubang tersebut seperti menjadi jendela di dalamnya, sehingga sirkulasi udara cukup baik dan tidak pengap. Melalui lubang-lubang tersebut, kita dapat melihat pohon-pohon jati yang menjulang tinggi dan tumbuhan lainnya yang tumbuh di atas goa.


Goa Terawang ini sudah dikenal sejak zaman raja-raja Jawa untuk tempat bertapa guna memperoleh kekuatan mistis. Pada masa pemerintahan Belanda, Goa Terawang ini menjadi daerah pertahanan bagi para pejuang, selain itu Goa ini banyak menyimpan sejarah karena sering digunakan untuk pertemuan Bupati Blora semasa Raden Mas Adipati Arya Cokronegoro (1857-1886) dengan pejabat-pejabat Belanda. Konon, tiap akhir pertemuan selalu diadakan pesta dansa bagi pejabat yang hadir pada masa itu.

Goa ini juga pernah menjadi tempat pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 pada tahun 17 agustus 2017, yang di kibarkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Blora serta di hadiri oleh Wakil Bupati dan jajaran dari Dinas Pemerintah Kabupaten Blora.


Goa ini merupakan satu-satunya goa yang di dalamnya terang di siang hari karena terkena sinar matahari secara langsung, yang membuat nama Goa Terawang ini di kenal hingga ke mancanegara. Keindahan dari Goa Terawang ini menampilkan siluet cahaya yang masuk dari langit-langit goa sehingga menimbulkan efek cahaya indah seperti malaikat turun dari langit, membawa sensasi keindahan fantasi nan eksotis.


Meskipun Goa Terawang berada di pinggiran Kota Blora, namun potensi keindahan alam dari goa ini sangat populer, karena kelestarian dan kearifan lokal dari Goa Terawang ini sangat terjaga, yang akan membuat generasi mendatang dapat menikmati keindahan dari Goa Terawang nan eksotis ini.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel