Blog Sepi Pengunjung Meski Banyak Artikel, Ini Penyebabnya
Secara teknis, blog yang dipadati konten memang lebih berpeluang untuk dibanjiri trafik, akan tetapi hal tersebut masih berkaitan erat dengan sejumlah faktor pendukung lainnya. Sebuah kasus, saya punya dua buah blog. Salah satu blog saya berisikan banyak konten, dan satunya lagi hanya berisikan beberapa artikel, namun ternyata blog yang hanya berisikan beberapa artikel justru pengunjungnya jauh lebih banyak.
Artikel memang menjadi bekal terpenting untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah blog dalam mendatangkan visitor, namun sebagaimana yang sering saya singgung lewat sejumlah post tentang teknik optimasi blog dan strategi SEO, bahwasanya terdapat sekian banyak faktor penentu lainnya yang turut menyertai. Artikel tidak dapat dijadikan sebagai modal tunggal untuk meningkatkan pengunjung blog kalian.
Dalam skala tertentu, membuat blog itu tidak jauh berbeda dengan mendaftar akun di situs jejaring sosial media. Sisi perbedaannya terletak pada ‘optimasi’, karena untuk dapat mendatangkan pengunjung setiap blog membutuhkan kuantitas optimasi, dan disinilah terkadang yang justru menjadi kunci permasalahan yang tidak disadari oleh sebagian besar blogger (pemula).
Untuk menghasilkan profit dari blogging, tidak sedikit waktu yang harus kalian luangkan, dan tentunya saya yang notabene juga seorang blogger sangat berharap agar para blogger pemula tidak membuang waktu dengan sia-sia, menulis banyak artikel tanpa profit yang sebanding lantaran gagal mendatangkan pengunjung sesuai target.
Blog Sepi Pengunjung Meski Banyak Artikel, Ini Penyebabnya dan Solusinya:
1. Kesehatan Blog
Kesehatan blog amat menentukan volume trafik. Kesehatan blog meliputi banyak aspek, mulai kualitas artikel, duplicate title, unnatural link, broken link, dll. Jadi, periksa secara keseluruhan untuk melihat kesehatan blog dengan mengeceknya di Google Search Console, Page Speed Insight maupun di Smart Seo Tools.
2. Niche atau Kategori Blog
Setiap niche atau tema memiliki tingkat persaingan yang berbeda-beda. Jika kalian masih pemula, maka sebaiknya hindari memilih tema atau topik dengan tingkat persaingan tinggi seperti tema teknologi, bisnis, kuliner, travel maupun tutorial. Tentukan tema atau topik yang sesuai dengan bakat dan minat kalian, sebelum membuat sebuah blog.
3. Backlink
Kendati Google dan sejumlah mesin pencari kenamaan lainnya terus berusaha menyempurnakan algoritma masing-masing, tetap saja backlink merupakan bagian dari bekal pokok untuk mendatangkan trafik. Backlink bisa didapat dengan cara blog walking ke blog atau mampir berkontribusi di situs lain, namun jangan berlebihan agar tidak menimbulkan spam dan di kick oleh adminnya.
4. Pengaruh Situs Sosial Media
Google menggunakan lebih dari 200 indikator selama proses pemeringkatan laman web, dan salah satunya adalah tingkat popularitas blog bersangkutan di situs sosial media. Jadi, buatlah FansPage atau halaman sosial media yang dapat dikaitkan dengan blog untuk membagikan artikel - artikel kalian nantinya.
5. Salah Memilih Memplate
Gunakan template blog dengan struktur laman yang baik. Struktur template bermasalah akan mempersulit proses crawling oleh spider bot mesin pencari dan hal ini akan berimbas pada tidak maksimalnya trafik blog. Gunakan template premium dengan membeli di salah satu pembuat template blog. Karena template premium berbayar, desain dan strukturnya sudah di maksimalkan untuk tujuan kenyamanan blog dibanding template premium versi gratis dari hasil download.
6. Jarang Posting Artikel
Blog yang sering diberi penyegaran (di update) jauh lebih berpeluang untuk didatangi pengunjung melalui Google Search. Update artikel minimal satu minggu sekali dengan konsisten dan terjadwal, agar blog kalian direkomendasikan oleh Google dan mesin penelusuran lainnya karena artikel yang up to date.
7. Over Optimasi
Melakukan optimasi secara tidak beraturan dan tidak wajar, atau yang lebih familiar dengan sebutan over optimization justru dapat merusak citra blog kalian. Optimasi harus dilakukan dengan cara-cara yang sehat serta terkesan natural. Seperti halnya link building, menanam backlink menjadi sebuah keharusan akan tetapi jika proses penerapannya berlebihan, maka hal ini dianggap sebagai tindakan spam yang dapat menurunkan peringkat blog di SERP.
