ARTIKEL KESEHATAN SINDROM METABOLIK
Friday, May 6, 2016
PENDAHULUAN
Sindrom metabolik adalah kumpulan gejala dari berbagai faktor resiko kardiometabolik antara lain kelebihan berat badan (overweight),obesitas sentral, resistensi insulin, intoleransi glukosa, dislipidemia, non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), yang terjadi bersamaan, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Arti Metabolik disini berarti proses biokimiawi, sedangkan faktor resiko adalah gaya hidup atau kondisi yang meningkatkan resiko terkena penyakit ini.
Seseorang dikatakan dalam keadaan sindrom metabolik jika memiliki setidaknya beberapa kondisi yakni bertekanan darah tinggi, obesitas, kadar lemak dalam darah tidak normal, dan juga rendahnya kadar HDL atau kolesterol baik.
PENYEBAB
Kelainan dasarnya adalah resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu mengontrol jumlah gula dalam aliran darah.Resistensi insulin dijumpai pada sebagian besar pasien dengan Sindrom Metabolik.Biasanya,sistem pencernaan memecah makanan yang dimakan menjadi gula (glukosa).
Darah membawa glukosa ke jaringan tubuh, di mana sel-sel menggunakannya sebagai bahan bakar. Glukosa memasuki sel-sel dalam tubuh dengan bantuan insulin. Pada orang dengan resistensi insulin, sel-sel tidak merespon secara normal terhadap insulin, dan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dengan mudah. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat dan hasilnya lebih tinggi dari tingkat normal insulin dalam darah. Hal ini akhirnya dapat menyebabkan diabetes ketika tubuh tidak dapat membuat cukup insulin untuk menjaga glukosa darah dalam kisaran normal.
Bahkan jika tingkat glukosa tidak cukup tinggi untuk masuk dalam kategori diabetes, tingkat glukosa tersebut masih bisa berbahaya.Kondisi ini disebut sebagai pradiabetes.
Peningkatan resistensi insulin menaikkan tingkat trigliserida dan kadar lemak darah lainnya. Hal ini juga mengganggu kerja ginjal, menyebabkan tekanan darah tinggi. Efek gabungan dari resistensi insulin menempatkan pada risiko penyakit jantung, stroke, diabetes dan kondisi lain.Resistensi insulin mungkin melibatkan berbagai faktor genetik dan lingkungan.Beberapa orang mungkin secara genetik rentan terhadap resistensi insulin.
KOMPLIKASI
Memiliki sindrom metabolik dapat meningkatkan resiko terkena kondisi ini:
Diabetes: apabila tidak mengontrol resistensi insulin, kadar glukosa akan terus meningkat menyebabkan diabetes.
Penyakit kardiovaskular (CVD):Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri. Plak ini dapat menyebabkan arteri mengeras dan sempit, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
PATHWAY
| Materi by Reika Vurisca |
Beberapa kondisi yang bisa dikatakan sebagai sindrom metabolik adalah:
1.KADAR GULA DARAH TINGGI
Gula ialah sumber kalori dan energi bagi tubuh. Normalnya, gula yang dikonsumsi akan dikeluarkan dari darah dan disimpan sebagai energi. Jika gula tetap berada dalam darah akan menyebabkan kondisi kadar gula darah tinggi.
Glukosa dalam darah akan mencapai seluruh organ tubuh dan sistem seperti arteri jantung dan vena, ginjal, dan sistem saraf. Seseorang dengan kadar gula darah tinggi memiliki resiko beberapa penyakit seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan amputasi.
Kadar gula darah tinggi seringkali berkembang menjadi penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2. Faktor resiko sindrom metabolik adalah ketika kadar gula darah puasa di atas 110 mg/dL.
2.OBESITAS
Salah satu indikasi sindrom metabolik yaitu obesitas sentral berupa kegemukan di sekitar perut. Seseorang didiagnosis mengalami kegemukan jika berat badannya adalah lebih atau sama dengan 20% berat badan idealnya. Kegemukan menyebabkan resistensi insulin yaitu ketidakmampuan untuk merespon insulin secara normal.
3.TEKANAN DARAH TINGGI
Tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di arteri terlalu tinggi. Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh darah. Jika tekanan darah tinggi berlangsung dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah akan menebal dan menjadi kurang fleksibel.
Hal ini disebut dengan aterosklerosis dan dapat mempengaruhi arteri yang memberikan darah ke jantung. Faktor resiko sindrom metabolik adalah ketika tekanan darah lebih dari 130/85 mmHg.
4.TRIGLISERIDA TINGGI
Kadar trigliserida tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan penimbunan lemak di arteri yang disebut dengan plak yang menyebabkan darah yang mengandung oksigen sulit untuk mencapai jantung. Kadar trigliserida tinggi yakni lebih dari 150 mg/dl meningkatkan resiko serangan jantung.
5.KADAR KOLESTEROL TIDAK NORMAL
Kolesterol dapat diproduksi oleh hati atau dapat juga berasal dari makanan yang dimakan. Terdapat jenis kolesterol baik dan kolesterol jahat. Terlalu banyak kolesterol jahat (trigliserida dan LDL) dan kurang kolesterol baik (HDL) dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Trigliserida dan kadar HDL merupakan indikator penting sindrom metabolik.
Seseorang yang mengalami sindrom metabolik dan tidak ditangani dengan benar, akan beresiko mengalami penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes melitus.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sindrom metabolik sangat erat dengan metabolisme individu atau bagaimana tubuh memproses makanan. Secara normal, makanan diserap tubuh ke aliran darah dalam bentuk gula dan substansi dasar lainnya.
Ketika kadar gula darah meningkat, pankreas melepaskan hormon insulin. Insulin berada di sel tubuh yang menyebabkan glukosa masuk dan digunakan untuk energi.
Pada beberapa orang, sel tubuh tidak dapat merespon insulin (resistensi insulin). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi resistensi insulin dapat berkembang menjadi sindrom metabolik.
